
Report by Chandra 28/8/22
Lhoksukon| Tribunnews Atjeh - Denyut Pembangunan PERIODE pertama dipimpin Bupati H Muhammad Thaib tahun 2012-2017, Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Baitul Mal, dan Dinas Sosial setempat berhasil membangun 4.000- an rumah untuk duafa dan merehab 1.000 lebih rumah warga miskin. Pada tahun 2012-2016, Cek Mad sudah berhasil membangun rumah duafa 1.767 unit dan merehab rumah warga miskin sebanyak 726 unit.

Rinciannya, tahun 2011 jumlah rumah duafa yang dibangun 26 unit, tahun 2012 dibangun 106 unit dan direhab tiga unit, tahun 2013 dibangun 497 unit dan direhab 80 rumah menggunakan dana dari berbagai sumber. Lalu, pada tahun 2014 dibangun 303 rumah dan rehab 271 unit. Tahun 2015, rumah yang dibangun 293 unit, dan direhab 241 unit. Thun 2016, rumah yang dibangun 258 unit dan direhab 131 unit.
Begitu juga dengan periode kedua 2017-2022. Bahkan untuk mempercepat pembangunan rumah, Cek Mad mengeluarkan surat edaran agar keuchik ikut membangun rumah duafa, karena masih banyak penduduk Aceh Utara yang belum memiliki rumah layak huni. “Ini salah satu alasan pembangunan rumah duafa dilakukan tiap tahun meski dananya minim. Tujuannya, agar kehidupan masyarakat Aceh Utara lebih baik. Memang tidak mudah,” pungkas H Muhammad Thaib.

Report by Chandra
Disatu pihak Cekmad Dapat apresiasi Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aceh Utara, Edi Anwar ST, menyebutkan, pada tahun 2021, Pemkab Aceh Utara mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh atas kinerja dalam percepatan realisasi pekerjaan fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) dan kecepatan dalam menyampaikan laporan.
Bahkan, Pemkab Aceh Utara juga mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Perberbendaharaan Aceh. Sehingga jumlah DAK yang diberikan untuk kabupaten itu pada tahun 2022 bertambah dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini kita terbanyak mendapat DAK karena lebih cepat realisasi fisik dan laporan,” ujar Edi.


by Editor Redaksi Report by Chandra
Langkah yang dilakukan untuk mempercepat realisasi fisik dengan cara melakukan tender dini. “Tender tersebut kita lakukan pada akhir tahun, sehingga setelah pengesahan anggaran pekerjaan tersebut sudah dapat direalisasikan,” kata Edi. Selain itu, atas dorongan Bupati Aceh Utara untuk mencari sumber dana ke Pemerintah Pusat, mulai tahun 2021 jalan menuju ke Makam Cut Meutia di pedalaman Matangkuli sudah dibangun.
Nanti Kabar Aksi PUPR Pemkab Aceh Utara Terkait Ditahun 2022..
Editor Redaksi
Report Chandra 28/8/22